Dalam rangka memberikan pelatihan - pelatihan ketrampilan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat maupun daerah tujuan transmigrasi, maka sebelum menyelenggarakan pelatihan Balai Pelatihan Transmigrasi dan Penca terlebih dahulu melakukan Training Need Asesment (TNA) Penelusuran KebutuhanPelatihan melalui kegiatan wawancara langsung dengan calon peserta pelatihanutnuk mencari data - data penunjang melalui Instansi Teknis terkait, sehingga
diharapkan pelatihan dapat terlaksana dengan tepat guna dan hasil guna, hal – halyang membedakan Balai Pelatihan Transmigrasi dan Penca dengan UPTD yang lain adalah bahwa kebutuhan Balai Pelatihan Trans dan Penca tidak hanya melatih KK(Kepala Keluarga) nya saja namun juga istri dari KK hal tersebut sesuai dengan Visi dan Misi Balatrans dan Penca ,
VISI
Terciptanya tenaga Kerja Terampil dan Kompeten, Melalui Pelatihan yang Mendukung Perluasan Kesempatan Kerja, Peningkatan Produkttvitas, Memenuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendorong Pertumbuhan Usaha Kecil Dan menengah serta Perekonomian Daerah / Nasional Dibidang ketransmigrasian dan Penyandang Cacat
MISI
- Meningkatkan kwalitas dan kopetensi tenaga kerja dibidang ketransmigrasian dan penyandang cacat melalui pelatihan yang mencakup berbagai jenis ketrampilan ketransmigrasian dan penyandang cacat dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada.
- Meningkatkan kwalitas dan kwantitas tenaga kerja dibidang ketransmigrasian dan penyandang cacat melalui pelatihan dalam rangka mengurangi pengangguran, mendorong tumbuh dan kembangnya produktivitas serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi didaerah baru.
- Mendorong terciptanya pad melalui pendayagunaan fasilitas yang ada.
- Menyelenggarakan pelatihan yang bersifat teknis serta meningkatkatnya sumber daya pelatihan secara mandiri.
- Meningkatkan relevansi dan efesiensi program pelatihan dibidang ketransmigrasian sesuai kebutuhan pasar yang dinamis.
Diharapakan dengan melatih seluruh anggota keluarganya mereka dapat saling bahu membahu dalam menanfaatkan SDM yang ada demi kesejahteraan keluarganya untuk kemudian melalui getok tular diharapkan pula mereka dapat memotivasi lingkungan masyarakat sekitarnya untuk mengikuti jejaknya. Disamping itu metode pembelajarannya dengan menggunakan metoda AKOSA (Alami Kemukakan Olah Simpulkan Aplikasikan) hal ini disebabkan karena latar belakang peserta yang cukup beragam, baik soal ekonomi. Tingkat pendidikan, adat istiadat dan sebagainya dimana kebanyakan dari mereka adalah golongan marjinal yang memerlukan perlakuan khusus dalam menanganinya.
Balatrans dan Penca memiliki fungsi melayani masyarakat, dimana pembiyaan menggunakan dana APBN dan APBD yang pengusulannya melalui DinasTenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah. Balai Pelatihan Transmigrasi dan Penyandang Cacat kedepan mempunyai prospek membantu Pemda memecahkan salah satu masalah kependudukan sekaligus mendukung berkembangnya daerah yang dituju dengan menempatkan masyarakatcalon transmigran yang terdidik dan terlatih.
Oleh karena itu keberadaan Balai Pelatihan transmigrasi sebagai Instansi Pemerintah sebagai pelayan masyarakat mutlak dibutuhkan bagi masyarakat calon transmigran agar mereka menjadi tenaga-tenaga yang trampil dapat diandalkan serta dibanggakan.
TUJUAN
Tujuan pelatihan adalah menghasilkan transmigran yang berkualitas, semangat juang tinggi, memiliki jiwa kemandirian, terampil, kreatif inovatif, serta berjiwa kopetensi dalam menyongsong globalisasi.
SASARAN.
Menciptakan peluang-peluang usaha dilokasi transmigrasi, karena apabila yang dikirim tenaga-tenaga terampil yang berkualitas, mereka akan dapat mengolah potensi secara optimal sehingga tercipta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Sumber : http://nakertransduk.jatengprov.go.id/index.php/news/details/20130919102255/profil-balai-pelatihan-transmigrasi-dan-penyandang-cacat-provinsi-jawa-tengah.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar